Dauroh 40 Hari Menghafal Al Qur'an 30 Juz

Sebuah program Akselerasi menghafal Al Qur'an yang akan memfasilitasi peserta dengan menyediakan tempat dan para pembimbing yang selalu mendampingi dan mengarahkan para peserta dalam mencapai target hafalan


Insya Alloh dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh siapapun bisa dengan mudah menghafal Al Qur'anDaftar disini...


Jika 3 kriteria ini ada pada diri Anda; maka anda berhak mengikuti program ini :

  • Muslim dan Muslimah minimal usia 15 tahun.
  • Memiliki niat yang ikhlas dan kemauan yang kuat untuk menghafal.
  • Siap dikarantina selama 40 hari dan Menaati segala peraturan dauroh

Tips Jitu : Cepat Menghafal Al Qur'an dengan 15 menit

Leave a Comment

Oleh : Syekh Wahid Abdussalam Bali

Caranya sangat sederhana, bisakah anda sisihkan waktu anda 15 menit saja perhari? yang saya mau cukup 15 menit saja, 15 menit dari waktu anda setiap seharinya, 15 menit dari waktumu setiap hari. Dan insya Allah anda dapat menghapal Al-Quran dengan sempurna, saya berkata apa? SEMPURNA. Maaf , sebelum saya sampaikan kepada anda: Bagaimana cara menghapal Al-Quran? Simak dengan seksama kisah berikut ini:

Di desa kami ada beberapa akhwat di mesjid ( Khusus wanita ). Mereka mengumpulkan para wanita lansia ( Lanjut Usia ), umurnya sekitar 50 – 60 tahun yang tidak bisa baca dan tulis, hapalan mereka kisaran Al-Falaq dan An Nas, yakni beberapa surat saja, agar shalat mereka sah. Dan hapalan awal mereka surat Al Fatihah dan Al Mu’awwidzat, surah surah pendek dan hapalan bertasyahud. Maka mulailah para ibu ibu datang, lalu ukhti tadi membaca Al Fatihah, dan para ibu2 mengikuti bacaannya dengan diulang2, sampai ibu2 tadi hapal Al Fatihah dengan baik, lalu Mu’awwidzat, lalu menghapal tasyahud lalu menghapal surah surah pendek dengan mengikuti guru berulang ulang. Anda pun bisa melakukannya di rumah, ambil kaset suara Al-Hushyairy dalam kaset mushap mu’allim, stel di tape, ketika Qori membaca, anda bisa mngikuti bacaannya, dan diulang ulang. Dan sekarang ada program computer dalam bentuk CD namanya mushap mu’allim, bacaannya dapat di ulang 9 kali dan anda terus ikuti bacaannya berulang ulang sampai hapal, ok…!

Akhwat tadi mereka tidak mempunyai computer, akhwat mulai membaca dan mengajarkan ibu2 tadi hanya sekali seminggu, khusus wanita, mereka menghapal surah surah pendek. Akhwat tadi bertanya kepada ibu2, “hapalannya di tambah ya…!!! ibu2 menyahut: Ya…!!! Tambahkan saja hapalannya!” hapalan mereka terus menerus bertambah, sehingga mereka hapal Jus ‘Amma seluruhnya, sehingga merasakan nikmatnya Iman dan lezatnya AlQuran, mereka juga hapal Juz Tabarak. Mereka memulai Juz Tabarak, 5 ayat – 5 ayat atau 3 ayat – 3 ayat, dan hapal seluruhnya Juz Tabarak. Mereka juga hapal Juz Qad Sami’a. Lalu kami pun mengadakan perlombaan buat mereka dan mulailah para wanita ini menghapal Al-Quran. Anda tahukan??? Ibu ibu tadi tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Pemenang pertama kami beri hadiah. Berapa juz iya hapal??? Berapa Juz??? Berapa yang anda kira??? Dia hapal Al-Quran 28 Juz, ia berumur 62 tahun, Dia tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Ia menghapal dengan cara mendengar dari rekaman ( kaset ) dan dari guru perempuannya yang memudahkannya, dan hapal dengan baik. Lalu setelahnya berumur 50 tahun, ada yang 18 Juz, 15 Juz, 14 Juz dan 28 Juz, Ibu ibu tua buta huruf yang tidak bisa baca dan tulis. Lalu anda ya Ustadz, bapak, Doktor, berapa Juz yang anda hapal??? Atau anda hanya menghapal surah pendek saja? Bukan merupakan aib anda wahai Doktor, untuk mulai menghapal satu Juz, kemudian dua Juz. Saya demi Allah, bersama anda tadi TAKJUB melihat / mendengar kisah tadi, sungguh…Kenapa??? Saya hanya katakan kepada Anda, 15 menit, seperempat jam tiap hari, 10 menit tiap hari, anda menghapal 3 ayat, Amma yatasa alun(1) Aninnabail Adzim(2) Allazi hum fihi mukhtalipun(3), Anda siap hafalkan hari ini? Tidak sulit bukan??? Lanjut … Saya katakan: bukan hal yang sulit bagi anda, hanya 3 ayat dan selama 10 menit pun anda sudah hapal. Dengan demikian kita mulai sekarang Insya Allah. Kita mulai… kita mulai…saya akan berikan caranya, (ambillah kertas dan pena), saya akan berikan cara atau tekhnisnya Insya Allah. Oke mulailah ( anda tulis ) anda benar benar menghapal dengan mudah, tidak akan sulit sama sekali, tidak akan mengganggu pekerjaan, maupun tugas maupun perdagangan anda, cukup 15 menit perhari, pilih waktu kapan pun yang anda suka, yang penting hanya 15 menit perhari, lanjut???

Yang pertama : NIAT YANG IKHLAS KARENA ALLAH.

Mengikhlaskan niat anda pada Allah, yakni; untuk apa Anda menghapal Al-Quran? Menghapal Al-Quran hanya untuk Allah, agar dapat masuk surga, agar menjadi orang orang yang dicintai Allah, dan orang orang pilihanNya, agar Al-Quran dapat menaungi anda pada hari kiamat, supaya surah AlBaqarah dan Al-Imran dapat memberi anda syafaat pada hari kiamat, pokoknya ikhlas pada Allah, tujuan yang utama adalah mengikhlaskan niat pada Allah.

Yang kedua : MENGHAFAL DARI SATU CETAKAN MUSHAF.

Menghafal AlQuran dari satu cetakan, jangan anda hapalkan setiap surah dari cetakan yang saling berbeda, sehingga nantinya hafalan anda bergantung pada banyak cetakan. Anda harus hafalkan dari satu cetakan, ok! Saya katakana apa tadi??? Menghafal dari satu cetakan. Anda bisa dapatkan salah satu dari cetakan yang terkenal, seperti cetakan Malik Fahd ataupun cetakan Madinah Munawwarah, dan mulailah anda menghafal dari cetakan tersebut.

Yang ketiga : MENYETOR HAFALAN DIHADAPAN QORI YANG MAHIR.

Siapapun orang yang anda jumpai, atau imam mesjid manapun, setorkan hapalan anda dihadapannya 3 ayat. Dan anda tidak merasa keberatan, Demi Allah!!! Anda tidak akan merasa berat, kawan anda dikantor pun bisa, katakan: tolong dengarkan bacaan saya, rekan kerja pun bisa, atau siapapun yang anda jumpai di mesjid, katakan: tolong dengarkan bacaan saya 3 ayat saja. Anda tidak akan merasa keberatan bukan??? Demi Allah anda akan merasakan nikmatnya AlQuran dan dengan AlQuran anda akan semakin dekat kepada Allah. Anda baca 3 ayat, dan saya tidak katakan pada anda bahwa harus dihadapan mereka yang sudah meraih gelar Doktor, dan menghafal dihadapannya, tidak!! AlQuran tidak ada kaitannya dengan gelar Doktoral, Megister, AlQuran hanya butuh kaidah dalam membaca. Anda cukup pelajari kaidah tajwid, tidak akan sulit, sama sekali tidak akan ada kesulitan, insya Allah cukup membaca dihadapan siapa saja yang anda percaya? 1 Juz misalnya, kemudian anda pulang dan membaca sendiri dengan computer, masih nomor satu yaitu: membaca atau menghafal dihadapan Qori yang mahir dan anda bisa dapatkan cd mushap mu’allim yang dapat diulang ulang, kemudian anda masukkan ke computer, kemudian anda ikuti bacaannya, agar bacaan anda bagus, Ada CD dengan suara Hudzaifi, ada juga dengan suara alminsyawi, Abdul Basith, pilih sesuai yang anda inginkan, kemudian anda baca setelahnya dan ikutilah bacaan mereka, ikuti supaya anda bisa mengucapkan huruf hurufnya dengan benar.

Yang ke empat : MENGHAFAL SETELAH FAJR ( SUBUH ).

Menghapal setelah terbitnya fajar, kenapa saya katakan menghafalnya setelah fajar? Karena waktu fajar adalah waktu yang baik dan penuh berkah. Dan Nabi Muhammad SAW, berdoa untuk mereka yang mengerjakan sesuatu di waktu fajar agar Allah melimpahkan berkah kepada mereka, beliau berdoa: “Ya Allah, limpahkanlah berkah untuk umatku pada waktu paginya”. Setelah fajar anda hapalkan 5 ayat, dan mulailah…

Yang kelima : MEMINIMKAN YANG DIHAFAL.

Meminimkan hafalan. Saya tidak katakan bahwa setiap harinya harus menghapal seperempat (hal/juz), tidak…Karena nanti syetan membisikkan: “ayo hapalkan seperempat (hal/jus) atau 2 ¼…” dan ketika anda sudah menyelesaikan 1 juz, anda lupa sepertiga dari hapalan anda…JANGAN…

Perbuatan yang sedikit tapi berkesinambungan lebih baik dari pada banyak namun pada akhirnya terputus.

Yang ke enam : MEMBACA HAFALAN DI SETIAP KALI SHALAT.

Meminimkan hapalan dan mengulanginya 5 kali dalam shalat. Tidak apa apa misalnya anda menghapal 3 ayat dalam sehari…

Kemudian anda ulangi hapalan anda ketika shalat dhuha, subuh, shalat sunnah subuh, dzuhur, sunnah dzuhur, ashar, sunnah ashar, maghrib, sunnah maghrib, isya dan shalat sunnah isya. Saya kira bukanlah hal yang sulit, hanya 3 ayat, ok…

Hari selanjutnya anda tambah hafalan lagi 3 ayat, setelah anda hafal, ulangi hafalan anda dalam shalat, Menghafal cukup dengan 7 menit, akan tetapi anda mengulang ulangnya dalam shalat. Ketika berjalan ke mesjid pun anda dapat mengulangi hafalan anda, pulang pergi ke mesjid mungkin anda dapat mengulangi 5 kali ataupun 15 kali, saya kira hafalan anda akan kuat dan sempurna. Hari jumat, pada hari jumat anda mengulangi hafalan anda yang telah anda hafal selama satu ahad. Coba perhatikan, hari sabtu anda telah hafal 3 ayat…eh sekarang kita hari rabu, insya Allah mulai kamis, pagi besok, ok! Anda hafalkan hari kamis 3 ayat, ok! Dan baca hafalan anda pada shalat 5 waktu, hari jumatnya anda hafalkan lagi 3 ayat selanjutnya, hari kamis 3 ayat, hari jumat 3 ayat. Kemudian setorkan hafalan anda sebanyak 6 ayat. Hari sabtunya, setoran hafalan menjadi 9 ayat. Hari ahad menjadi 12 ayat dan seterusnya. Setiap hari anda menghafal 3 ayat dan mengulangi hafalan anda yang lain. Dan usahakan anda banyak membaca hafalan anda itu di dalam shalat. Setelah isya anda shalat sunnah isya 2 rakaat dengan membaca seluruh yang anda telah hafal.
Silahkan coba cara ini selama satu minggu, semoga hasilnya lebih baik insya Allah, amin.

Yang ke tujuh : MURAJA’AH ATAU MENGULANG.

Murajaah atau Mengulangi hafalan yang telah lalu dan mengulangi hafalan tersebut pada shalat sunnah 2 rakaat setelah isya.

Yang ke delapan : LUANGKAN WAKTU SEPEKAN UNTUK MENGULANG SETELAH HAFAL 1 JUZ.

Apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal al-Quran 1 juz dengan sempurna, maka anda berhenti menambah hafalan anda selama sepekan penuh, anda hafal juz Amma contohnya, anda jangan menambah hafalan baru, tapi dalam sepekan setiap hari anda mengulangi juz amma 2 kali, terus setiap hari 2 kali, supaya hafalan anda sempurna, terus dengan perlahan. Syetan membisiki di telinga anda : “Wah anda telah hafal juz ‘Amma, ayo cepat segera anda hafalkan juz Tabarak, juz Qad Samiallah, ayo cepat…” TIDAK…TIDAK…anda harus hafal perlahan lahan, ya sedikit demi sedikit, kalau tidak bisa, jadi selama 10 tahun anda tidak akan menghafal apapun, oke! Selama sepekan penuh anda mengulangi 1 juz yang telah anda hafal.

Yang ke sembilan : JIKA SUDAH HAFAL 1 JUZ, MENGULANG ¼ HAFALAN YANG LALU DITAMBAH 3 AYAT YANG BARU.

Apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal 1 juz, maka setiap hari anda menghafal 3 ayat dan mengulangi ¼ hafalan anda yang lalu, setiap hari tambah 3 ayat dan mengulangi ¼ dari hafalan yang lalu, lanjut (faham)??

Coba perhatikan, apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal 2 juz, maka yang harus anda ulangi adalah 2 perempat dari hafalan anda, ditambah 3 ayat hafan baru, begitulah seterusnya dan anda baca apa yang anda telah hafal dalam 2 rakaat shalat sunnah setelah isya.

Yang ke sepuluh : MEMINIMALISIR MAKAN, BERBICARA DAN TIDUR.

Coba perhatikan!!! Ini penting sekali, anda masih bersama saya, simaklah!!! Setelah anda menghafal Al-Quran maka anda harus meminimalisir 3 hal :

1). Meminimalisir makan,

2). Ucapan,

3). Dan juga tidur,


oke!Kenapa??? Karena apabila anda meminimalisir makan…Saat anda mengurangi makan, pembicaraan, dan juga tidur. Pembicaraan dikurangi, waktu tidur dijadwal, begitu juga waktu makan, kalau tidak, akan bermasalah.

Yang ke sebelas : BERDO’A.

Berdo’a semoga Allah memudahkan anda menghafal Al-Qur’an. Berdo’a, Allah SWT akan memberkahi anda yang menghafal Al-Qur’an, karena anda tidak akan bisa menghafal al Quran kecuali dengan Taufiq Allah ( pertolongan / anugrah Allah ). Apakah setiap pembicaraan ini bisa di peroleh semuanya?? setiap pembicaraan ini dapat diperoleh, ini adalah ringkasan dari kitab dengan judul “Atsimaarul Yaani’ah filkhuthobil jaami’ah”, intisari dari khutbah atau ceramah ini adalah judul judul ini adalah dibawah judul kewajiban kita kepada AlQuranul karim dari kitab “Atsimaarulyaani’ah filkhuthobil jaami’ah” … “الثمار اليانعة في الخطب الجامعة” anda bisa memperoleh kitab ini, dan kitab ini dikarang oleh Ibnu Rajab Al Hambali dan telah beredar di pasaran. Terimakasih, Wallahul hadi ilas Siratil Mustaqim.

Sumber : https://lacube.wordpress.com/2012/06/04/tips-menghapal-al-quran-dengan-15-menit-2/

Ini Yang Harus Anda Lakukan Jika Ingin Merasakan Kedahsyatan Al Qur'an (Bag. 2)

Leave a Comment
 4. Menghadiri Majlis Qu’an

dengan niat dan tujuan sepenuhnya untuk belajar memahami Al Qur’an. Sebab dalam mempelajari Al Qur’an memiliki permulaan dan Akhiran maka orang yang belajar dengan serius akan mendapati pembukaan dan khataman Al Qur’an. padahal dua keadaan ini adalah kondisi dimana kebaikan dan keberkahan didapat. Rosululloh SAW bersabda :

من شَهِدَ الْقُرْآنَ حين يفتتح فَكَأَنَّمَا شَهِدَ فَتْحًا في سَبِيلِ اللهِ وَمَنْ شَهِدَ خَتْمَهُ حين يُخْتَمُ فَكَأَنَّمَا شَهِدَ الْغَنَائِمَ حين تُقْسَمُ

Artinya : Barang siapa yang menyaksikan Al Qur’an saat pembukaan (pelajari) maka seakan-akan ia telah menyaksikan sebuah kemenangan dalam jihad fisabilillah, dan barang siapa menyaksikan Al qur’an saat penutupan maka seakan-akan ia menyaksikan ghanimah (harta rampasan perang) sedang dibagi-bagi. (HR Ad Darimi)

5. mendengarkan Al Qur’an

Diantara bentuk keistimewaan Al Qur’an adalah berpahala apabila mendengar ayat Al Qur’an dibaca melalui kaset atau alat pemutar suara lainnya, yaitu sebatas mendengarkan suara Al Quran yang diputar melalui music player tanpa menyengaja untuk mendengarkannya. ini perbuatan terpuji yang Alloh SWT memuji hal tersebut, Alloh berfirman :

 ﴾وَإِذَا سَمِعُواْ مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُواْ مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ﴿ 

Artinya : Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.) (QS Al Maidah : 83)

6. Sengaja Mendengarkan Al Quran

Yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian, bersungguh-sungguh untuk menyimak ayat yang sedang didengarkannya. dan memang inilah yang diperintahkan kepada kita apabila mendengarkan Al Qur’an tidak sekedar mendengarkannya. tetapi dengar dan perhatikan baik-baik. Alloh Berfirman :

﴾ وَإِذَا قُرِىءَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿

Artinya : Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (QS Al A’rof: 204)

Dan Rosululloh SAW bersabda :

عن أنس-رضي الله عنه- قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم- : (من استمع إلى آية من كتاب الله كانت له حسنة مضاعفة، ومن تعلَّمَ آيةً من كتاب الله كانت له نورا يوم القيامة

Dari Anas Rodhiyallohu anh, berkata Rosululloh SAW bersabda : “Barang siapa mendengarkan ayat Al Qur’an maka baginya kebaikan yang berlipat, dan barang siapa belajar satu ayat dari Al Qur’an maka baginya cahaya pada hari qiamat. (Musnad Ahmad bin Hanbal)

عن أبي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ - صلى الله عليه وسلم- قال: ( مَنِ اسْتَمَعَ إلى آيَةٍ من كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى كتب له حَسَنَةٌ مُضَاعَفَةٌ ، وَمَنْ تَلاَهَا كانت له نُوراً يوم الْقِيَامَةِ

Dan dari Abu Hurairoh Rosululloh SAW bersabda : “Barang siapa mendengarkan ayat Al Qur’an yang dibaca maka dicatat baginya kebaikan yang berlipat-lipat, dan barang siapa membacanya maka ia menjadi cahaya pada hari kiamat. (HR At Tirmidzi)

7. Inshot (diam) saat mendengar Al Qur’an
Diantara bentuk interaksi dengan Al Qur’an adalah mendengarkan Al Qur’an, makna mendengarkan dengan menggunakan kalimat al inshot-anshit yang berarti diam adalah bukan sekedar diam namun kondisi diam dengan membatasi fikiran untuk focus pada apa yang didengarkannya saja tanpa melakukan aktifitas lainnya. Seperti yang terdapa pada ayat berikut ini :

﴾ وَإِذَا قُرِىءَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿

Artinya : Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (QS Al A’rof: 204)
Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas tentang tafsir ayat diatas bahwa : Dahulu jika kami mendengar ayat al qur’an yang berbunyi “Wahai orang-orang yang beriman” kami mendengarkan dan memperhatikan sehingga kami faham isi seruannya berupa larangan atau kewajiban.

Ini Yang Harus Anda Lakukan Jika Ingin Merasakan Kedahsyatan Al Qur'an (Bag. 1)

Leave a Comment

Adalah sebuah keistimewaan bagi ummat nabi Muhammad bisa merasakan kemu’jizatan nabinya meskipun sudah ditinggalkan. Yaitu Al quran, dimana ia menjadi satu-satunya mukjizat Nabi Muhammad yang masih bisa kita rasakan dengan melihat (membaca), mentadaburi memahami dan menghafalkannya. Sebuah karunia nan agung yang sudah semestinya menarik kita untuk lebih dekat dalam berinteraksi dengannya.

TAFSIR SURAT AL BAQOROH 3-5

Leave a Comment

Ayat 3 dan 5

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”



Tafsir

Setelah Alloh ta’alaa menyebutkan bahwa orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang mengambil manfaat dan menjadikan al quran sebagai petunjuk, selanjutnya Alloh menjelaskan tentang sifat orang-orang yang bertaqwa. Disebutkan dalam ayat ini ada 5 sifat (ciri-ciri)

Pertama : Iman dengan perkara ghoib, sebagaiman firman Alloh : الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ (mereka yang beriman kepada yang ghaib) artinya mereka yang mengakui terhadap perkara ghoib (yang tidak terindrawi) baik tentang Alloh, Malaikat, kitab-kitab-Nya, Rosul-rosulnya, Hari kiamat, taqdir baik dan buruk. Dan semua hal yang telah di jelaskan oleh Alloh akan keghoibannya.

Kedua : Mendirikan Sholat, berdasarkan firman Alloh: وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ (yang mendirikan shalat) dalam arti menegakkan sholat dengan sebenar-benarnya, sebagaimana yang telah dicontohkan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dan yang dimaksud sholat disini mencakup sholat wajib dan sunnah.

Ketiga : Menginfakkan apa-apa yang telah diberikan oleh Alloh, berdasarkan firman Alloh : وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka) artinya apa saja yang telah kami (Alloh) berikan dari harta benda mereka infaqkan. Makna “مِنْ” dalam ayat ini ada dua kemungkinan yaitu ada kalanya litab’idh (sebagian) atau lilbayaan (penjelasan).

Keempat : Beriman dengan kitab-kitab, hal ini berdasarkan firman Alloh : وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ (Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu) artinya beriman kepada semua kitab yang telah Alloh turunkan kepada Rosul utusan-Nya, dan disini Al Qur’an disebutkan pertama kali walaupun secara urutan penurunan paling terakhir. Mengapa? Karena Al Qur’an merupakan Muhaimin (penjaga) isi kitab-kitab terdahulu dan penghapus syariat yang terkandungnya. Maka yang dimaksud dengan “Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu” adalah Taurot, Injil, Zabur, Shuhuf Ibrohim dan Musa, dan yang lainnya.

Kelima : Iman kepada hari Akhir, berdasarkan firman Alloh : وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat) yang dimaksud kehidupan akhirat disini adalah hari kebangkitan setelah kematian, dan seluruh rentetan peristiwa hari kiamat, seperti pembalasan dan seterusnya. Sebenarnya iman dengan hari qiamat juga termasuk iman dengan perkara Ghoib namun disini Alloh mengulanginya lagi secara khusus dikarenakan pentingnya perhatian kita akan hari itu. Beriman dengan hari kebangkitan menjadikan kita semangat untuk melakukan perintah dan menjauhi larangan. Dan Iiqoon atau yaqin adalah buah dari iman yang tidak tercampuri oleh keraguan sedikitpun.

Dan firman Alloh Ta’alaa : أُولَئِكَ (mereka itulah) adalah isim isyaraoh (kata tunjuk) untuk menunjuk mereka orang yang memiliki 5 sifat diatas, dan penggunaan kata tunjuk jauh (itu) dikarenakan tingginya kedudukan mereka dihadapan Alloh Ta’alaa.

Firman Alloh : عَلَى هُدىً (yang tetap mendapat petunjuk) artinya berdasarkan ilmu dan taufiq bimbingan Alloh Ta’alaa, seolah mereka berjalan diatas jalan yang sangat terang, tidak adalagi yang samar sehingga menuntun mereka beramal sholih. Tatkala kebanyakan orang tidak mampu memahami rahasia-rahasia dan hikmah yang tersembunyi dibalik hokum Alloh, mereka mampu memahaminya dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Bahkan ketika musibah menimpanya mereka tetap tegar menghadapinya seolah bukan musibah yang sedang mereka hadapi namun sebuah kebahagiaan. Inilah hidayah yang telah membimbingnya laksana lentera yang selalu menerangi perjalanannya.

Hidayah laksana nahkoda kapal yang menyelamatkan dari kehanyutan ditengah laut. Mereka kokoh diatas petunjuk dikarenakan petunjuk itu diatasnya.

Firman Alloh : مِنْ رَبِّهِمْ (dari Tuhan mereka) artinya Tuhan yang telah menciptakannya, mengatur urusannya, yang akan menyelamatkan dunia akhirat.

Firman Alloh : وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (dan merekalah orang-orang yang beruntung) ini adalah sebuah kalimat yang luas maknanya, beruntung karena dihilangkannya semua keburukan dan diganti dengan memperoleh kebaikan. Kebahagiaan menjadi tujuan sementara usaha menjadi jembatan untuk menggapainya yaitu lima hal diatas.



Faidah ayat :

1. Diantara sifat-sifat orang yang beriman adalah yakin dengan perkara ghoib, karena jika beriman dengan perkara yang Nampak (terinderawi) bukan dinamakan iman, sebab sesuatu yang terindrawi tidak mungkin di ingkari

2. Diantara sifat-sifat orang yang beriman adalah menegakkan sholat, baik yang wajib maupun sunnah.

3. Diantara sifat-sifat orang yang beriman adalah menginfakkan apa-apa yang telah Alloh berikan berupa harta dan yang lainnya. Baik infaq wajib seperti zakat maupun infaq sunnah seperti sedekah dan lainnya.

4. Infaq yang dikeluarkan dari hasil merampas tidak sah, sebab itu bukan harta miliknya maka infaqnya tidak diterima

5. Infaq selain zakat tidak ada batas jumlah tertentu, disebabkan keumuman dalil yang terdapat dalam ayat diatas. Maka boleh menginfaqkan seluruh hartanya seperti yang pernah dilakukan Abu Bakar Ash Shidiq, namun dengan syarat apabila tidak sampai mengabaikan infaq wajib, seperti menafkahi keluarga dan sebagainya. Sebab perkara wajib harus didahulukan dari pada perkara sunah

6. Tercelanya orang bakhil (pelit) disebabkan Alloh memuji orang yang berinfaq, dan pujian ini dikarenakan kedermawanannya menginfakan harta. Maka sebaliknya bakhil adalah sifat tercela yang Alloh sudah mengingatkan dalam banyak ayat-Nya. Yang perlu diperhatikan Alloh tidak menyebutkan dimana infaq itu dikeluarkan. Tetapi Alloh menyebutkan contoh infaq yang terpuji adalah yang diinfakkan dijalan Alloh dengan tidak berlebihan juga kurang.

7. Diantara ciri-ciri orang mutaqin adalah orang yang beriman terhadap kitab yang ditururnkan kepada Nabi Muhammad dan nabi sebelumnya.

8. Diantara ciri-ciri orang bertaqwa percaya terhadap hari kebangkitan dengan tanpa ragu sedikitpun

9. Pentingnya iman kepada akhirat, karena iman terhadap akhirat akan menjadi motivasi dalam beramal, karenanya Alloh selalu menyertakan iman kepada-Nya dengan iman kepada akhirat, adapun orang yang tidak beriman terhadap akhirat tidak memilki semangat untuk beramal, kalaupun beramal semata-mata untuk kepentingan duniawinya saja. Maka apapun yang dianggap menguntungkan untuk kehidupannya akan dilakukan seperti mencuri, korupsi, berdusta dan seterusnya.

10. Selamatnya jalan hidup orang-orang yang bertaqwa

11. Rububiyah Alloh terkadang bersifat umum dan juga khusus, dan terkadang kedua-duanya bersamaan. Seperti firman Alloh tentang tukang sihirnya firaun QS. Al A’rof :121-122.

12. Akhir perjalanan hidup orang-orang bertaqwa adalah kebahagiaan.

13. Kebahagiaan bertingkat-tingkat, tergantung pada kadar ketaqwaan yang telah disebutkan diatas, jika hilang salah satu


Walloohu ‘alam bishowab…





*Tulisan ini merupakan materi kajian tafsir yang diselenggarakan oleh Griya Tahfizhul Qur’an Al Husainiy setiap malam jum’at, dengan referensi Kitab Tafsir karya Syaikh Muhammad Ibnu Sholih Al ‘Utsaimin.